Powered By Blogger

Wednesday, 15 August 2012

MTI


Keluarga Mahasiswa Teknik Industri

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

Selamat Pagi Dunia :D

Seneng banget nih hari ini saya bisa kembali menulis sesuatu, hehe. FYI, hari ini saya sudah kembali ke Depok loh! Ya, saya mahasiswa ITB yang berasal dari Depok. Nah, hal itu menimbulkan banyak kontroversi loh kawan! Ketika berkenalan dengan orang lain, terutama sesama mahasiswa, dan saya mengatakan kalau saya berasal dari Depok, akan banyak pertanyaan yang cukup menggelitik,

                              “loh, kamu dari Depok? Kok  nggak kuliah di UI aja? Kan deket?”

Jeng jeng...! Kalau temen – temen jadi saya, apa yang akan temen – temen jawab, ketika pada kenyataanya, kita adalah seorang yang memang dari awal sudah bercita – cita dan berkeinginan untuk bersekolah di luar Depok, karena sudah merasa bosan, setelah bersekolah dari TK sampai SMA di situ – situ aja (baca: Depok)? Nah! Betul sekali! Jawabannya adalah minat, hehe. Jadi, saya memang sudah ‘muak’ muter – muter aja di Depok (lebay), hehe. Ketika saya memutuskan untuk berkuliah di luar Depok (sekitar kelas 2 SMA), pilihan saya jatuh kepada 2 opsi, yang pertama adalah Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (TM FTTM ITB), dan yang kedua adalah bersekolah di Jepang, melalui sebuah lembaga pemerintahan jepang yang menyediakan pelayanan beasiswa bagi calon mahasiswa asing (non-Jepang), Monbukagakusho. Saya mendaftar ke Monbusho tetapi gagal pada tes tertulis, mungkin saya kurang pintar untuk bisa bersekolah di Jepang ya, haha. Opsi pertama saya perjuangkan dengan tekun belajar dan bervisi. Selama SMA (sejak kelas 2), saya selalu menyempatkan diri untuk ‘mampir’ ke ITB setiap ada event – event besar yang diadakan oleh ITB, seperti Open House ITB, ITB Fair, Pasar Seni, bahkan OHU pun saya datangi (ketika datang ke OHU, saya masih kelas 3 SMA), hehe. Minat itu pun semakin besar dengan kunjungan rutin saya ke gedung Basic Science Center B (tempat perkuliahan Teknik Perminyakan) dan berfoto di sana setiap saya mampir ke ITB. Pokoknya, cita – cita saya saat itu sudah sangat jelas dan tergambar.

Ketika waktunya datang, pendaftaran SNMPTN Undangan, saya merasa antusias sekali dan mendafatar FTTM ITB sebagai pilihan pertama dan satu – satunya pilihan (ini saran dari guru BK saya loh, hehe). Bisa dibilang, saya cukup optimis untuk bisa lulus SNMPTN Undangan ini dan menjadi mahasiswa FTTM ITB. Tetapi Allah berkehendak lain, ternyata saya tidak diterima di FTTM ITB, dan saya harus melanjutkan perjuangan melalui SNMPTN Tulis. Ada sebuah kisah menarik di sini, ketika saya sedang mengisi form pilihan jurusan di website SNMPTN Tulis dan hendak mengisi FTTM ITB sebagai pilihan pertama dan FITB ITB sebagai pilihan kedua, datanglah Ibu saya dan beliau sedikit bercerita, bahwa sebenarnya, dia sangat tidak setuju kalau saya berkuliah di Teknik Perminyakan, beliau khawatir ketika nanti saya sudah bekerja, akan meninggalkan keluarga (oragtua, adik – adik), maupun calon keluarga (Istri dan anak – anak saya nanti, maksudnya, hehe). Di situ saya cukup terkejut dan berpikir sesuatu,

“kok baru bilang? Kalo pas SNMPTN Undangan gua keterima di FTTM gimana tuh?”,

tepat sesaat setelah saya berpikir demikian, muncullah pemikiran lain,

“waduh, jangan – jangan gua nggak diterima di FTTM gara – gara nyokap nggak ridho nih?”,

begitulah, ternyata selama ini Ibu saya tidak merestui saya jika nantinya saya berkuliah di bidang Perminyakan. Nah, maka saat itu, saya berunding dengan Ibu saya dan menyerahkan pemilihan fakultas saya kepada beliau. Ketika saya tinggalkan beliau untuk beberapa saat dan kembali, ternyata beliau sudah memilih, dan yang beliau pilih adalah Fakultas Teknologi Industri ITB. Saya lebih terkejut lagi karena yang beliau pilih adalah FTI, fakultas yang passing grade-nya lebih tinggi dari FTTM. Saat itu saya merasa pesimis bisa lolos pilihan pertama, maka sejak saat itu saya memantapkan diri saya untuk bisa mendapat pilihan kedua, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, saya terus berdoa dan mencari tahu segala sesuatu tentang FITB ITB sampai akhirnya saya memilih untuk masuk jurusan Oseanografi (bukan Geologi maupun Geodesi, karena menurut Ibu saya masih mirip – mirip perminyakan) nantinya jika saya diterima di sana. Pikiran untuk bisa diterima di FTI (pilihan pertama SNMPTN Tulis) sudah benar – benar saya hapuskan.

Tetapi lagi – lagi Allah berkehendak lain. Ketika pengumuman SNMPTN Tulis, saya berkumpul bersama keluarga dan membuka pengumumannya bersama – sama. Proses login pun menjadi sesuatu yang paling menegangkan.

“SELAMAT! ANDA DITERIMA PILIHAN PERTAMA, FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG”,

kira – kira seperti itulah bunyi tulisan yang kami baca. Saya terdiam. Saya terharu. Saya meneteskan air mata. Tidak percaya.

“mungkin inilah yang dinamakan ridho seorang Ibu”

begitu pikirku. Saya pun langsung menghampiri Ibu saya dan memeluknya. Sangat erat. Pengorbanan beliau sungguh besar sampai saya bisa diterima di FTI ITB ini. Bisa teman – teman bayangkan, beliau mengantar, menemani, dan menunggui saya selama saya melaksanakan tes tulis SNMPTN selama dua hari berturut – turut. Beliau pula yang menemani dan melayani kebutuhan belajar saya. Sungguh tak bisa tergambar suasana saat itu.

Euforia pengumuman SNMPTN Tulis terasa sampai beberapa hari. Ketika akhirnya saya sampai di bandung dan memulai kehidupan baru sebagai seorang mahasiswa FTI ITB, saya masih lebih sering menyempatkan waktu untuk bermain. Sedikit sekali ada pikiran untuk belajar, karena saya berpikir bahwa TPB akan sama saja dengan SMA. Tapi ketika perkuliahan sudah dimulai, barulah saya merasakan bahwa kuliah itu tidak sama dengan SMA. Ditambah lagi, dengan ketidaktahuan saya tentang jurusan – jurusan di FTI, yang belum saya ketahui sebelumnya sama sekali. Ketika awal saya dihadapkan pada 4 pilihan jurusan pada fakultas yang saya tidak harapkan untuk masuk ke dalamnya, saya merasa bingung. Teknik Kimia dengan sistem belajarnya yang ‘nggak ada matinya’, Teknik Fisika dengan osjurnya yang mantap, Teknik Industri dengan tugas – tugasnya yang sangat banyak dan menyita waktu, dan Manajemen Rekayasa Industri, si anak baru yang dianggap sebagai jurusan yang paling santai di FTI. Saya bingung, ada 2 pilihan yang muncul di benak saya saat itu, yang pertama adalah TF dengan segala peralatan canggihnya, atau MRI dengan waktu luangnya. Setelah menjalani serangkaian kadwil, FTI Motivation Day, MRI Info Day, dll, akhirnya saya memutuskan untuk memilih MRI, sebuah jurusan baru, pecahan dari Teknik Industri, yang diceritakan sebagai jurusan yang memiliki banyak waktu luang karena jumlah perkuliahannya yang terbilang masih sedikit. Ada beberapa tujuan saya waktu itu, yang pertama, dengan keluangan waktu itu, saya berharap masih bisa aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa yang saya ikuti. Sampai saat ini, tercatat ada 3 unit yang masih saya ikuti dan aktif di dalamnya, Atletik Ganesha (Atlas), Genkai Shikaku Bunka Kenkyukai (Genshiken), dan Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal (KSEP), selanjutnya adalah untuk aktif di Kementrian Kewirausahaan Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB, yang berikutnya adalah sebagai sarana mewujudkan cita – cita yang telah saya revisi, sejak mengenal KSEP, saya tertarik dalam dunia ekonomi, bisnis, dan finansial, dan bertekad menjadi seorang Konsultan di bidang Financial Engineering, dimana MRI memiliki kurikulum yang menjurus ke sana, dan yang terakhir, adalah untuk aktif di himpunan, KELUARGA MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI.

Untuk yang terakhir, ada perhatian khusus dari diri saya sendiri. Saya bertanya – tanya, sebenarnya apa itu Himpunan Mahasiswa Jurusan? Apa pentingnya saya ikut himpunan? Apa yang bisa saya lakukan di dalam himpunan? Apa yang bisa saya dapat dari himpunan? Berjuta pertanyaan muncul dalam benak seorang mahasiswa TPB yang sedang memasuki proses Ospek Jurusan. Mereka sedang melakukan serangkaian proses kaderisasi untuk bisa masuk ke dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan dalam jurusan mereka masing – masing. Apa tujuan mereka ikut osjur? Apakah mereka terpaksa, karena jika tidak ikut akan dikucilkan? Ataukah sekedar ikut – ikutan? Atau memang ada yang berniat untuk mendapatkan hikmah dan pelajaran yang sedang diturunkan oleh senior mereka dalam budaya kaderisasi khas Kampus Ganesha? Atau memang ada yang nantinya ingin aktif di dalam himpunan yang sedang mengadakan osjur tersebut?

Jujur dari dalam diri saya pribadi, saya memiliki tujuan terhadap 2 hal terakhir yang disebutkan. Bagi saya, osjur adalah sarana bagi para calon anggota himpunan untuk bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan di awal tadi tentang Himpunan Mahasiswa Jurusan tadi. Jika dalam konteks PPAB MTI, maka saya memiliki jawaban tersendiri atas pertanyaan – pertanyaan tentang apa yang akan saya lakukan ketika sudah menjadi anggota Keluarga Mahasiswa Teknik Industri.

Bagi seorang koleris – melankolis seperti saya, dibutuhkan sebuah usaha lebih untuk bisa memimpin sesuatu, karena sifatnya yang senang memerintah tetapi cenderung lembek, untuk itulah, saya berharap, di MTI nanti saya bisa menjadi seorang pemimpin yang bisa benar – benar memimpin apa yang seharusnya, dengan sebenar – benarnya. Sudah terpikirkan dalam benak saya, apa yang ingin saya lakukan nanti. Dalam rangka menyambut minat saya yang besar terhadap dunia ekonomi dan bisnis, menjadi anggota Badan Keuangan dalam struktur Badan Pengurus MTI bisa menajadi sarana pembelajaran yang sangat bagi saya. Di dalam sana, sudah terpikirkan oleh saya apa yang hendak saya lakukan. Berhubung saya adalah anggota dari Deputi Pengembangan Usaha (DPU) Kementerian Kewirausahaan Kabinet KM ITB, saya mempunyai tujuan yang jelas seperti yang tertuang dalam proker DPU, yakni menciptakan sustainability income bagi himpunan – himpunan mahasiswa jurusan, dalam hal ini MTI. Beberapa kali saya mendengar bahwa ternyata MTI sendiri sudah mempunyai pemasukan tetap bagi keuangannya, seperti membuka jasa Foto Copy, Warung Bakso, dll (CMIIW). Jika memang itu yang terjadi, mungkin saya bisa mengembangkan hal – hal tersebut menjadi sesuatu yang bersifat lebih sustain dan long term. Atau mungkin saya bisa menambahkan bidang – bidang pemasukan baru bagi keluarga saya tercinta ini nanti.

Sebenarnya saya juga memiliki minat – minat terhadap bidang lain yang ada di MTI, seperti MTI-Consulting karena saya memang bercita – cita menjadi konsultan, Olahraga dan Kesenian karena saya hobi berolahraga, Seni dan Budaya karena saya menyukai musik, Community Development maupun Community Service karena saya ingin berkontribusi bagi masyarakat. Tapi mungkin, minat – minat saya itu tidak bisa saya jalankan semuanya di MTI, setidaknya, minat tersebut bisa tertuang dalam kontribusi aktif saya dalam mengikuti kegiatan atau acara dari bidang tersebut, yang menurut saya perlu saya ikuti dan menjadi bagian (baca: panitia) di dalamnya.

Ketika berbicara tentang minat, memang rasanya kita ingin melakukan semua yang kita ingin lakukan, memuaskan semua hasrat kita terhadap apapun yang menjadi minat kita, tetapi kadang, waktu dan prioritas menjadi hal perlu dipertimbangkan, maka wajar, jika keiginan dan cita – cita itu adalah sesuatu yang kita rancang dan rencanakan sejak awal. Tak jarang pula, cita – cita dan harapan perlu kita revisi, menyesuaikan dengan keadaan sekarang serta keadaan yang akan datang. Maka, jika pada akhirnya saya tidak menjadi apa yang saya sebut dan inginkan, itu bukanlah karena faktor dalam diri saya yang menyebabkannya, seperti kemalasan, ketidakmauan, dsb, melainkan karena faktor penyesuaian. Jujur saya adalah seorang yang bisa dibilang perfeksionis, saya akan merasa ada yang sangat mengganjal jika ada suatu pekerjaan atau jabatan yang belum bisa saya selesaikan dengan benar. Berangkat dari situ, saya menjadi seorang yang mempunyai semangat juang dalam menyelesaikan segala sesuatu.

Berbicara tentang cita – cita, ada satu hal yang menjadi penting bagi saya ketika saya mengikuti rangkaian kegiatan PPAB. Ada beberapa hal yang saya rasa perlu dibenahi tapi mungkin tidak bisa secara gamblang dan terang – terangan diungkapkan, oleh karena itu, saya berharap suatu saat nanti, saya bisa menjadi seorang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh untuk membuat PPAB maupun MTI itu menjadi lebih baik, minimal menurut subyektivitas saya, dan saya mengusahakan obyektivitas. Jika yang baik itu memang dipandang baik oleh masa, maka akan saya lanjutkan, namun jika yang baik itu dipandang kurang atau bahkan tidak baik, maka perlu ditinjau ulang tentang kebijakan saya tersebut, namun tetap akan saya perjuangakan.

Mungkin itulah hal – hal yang bisa saya pikirkan sekarang tentang apa pun yang mungkin saya bisa lakukan nanti, ketika sudah menjadi anggota Keluarga Mahasiswa Teknik Industri. Saya berharap, saya benar – benar bisa mendapatkan apa yang saya inginkan di PPAB ini dan bisa mewujudkan semua cita – cita saya nanti. Semoga panitia dan senior MTI bisa benar – benar mengerti apa yang calon anggota butuhkan dan bisa memanfaatkannya dengan sebaik – baiknya, karena saya pikir, bahwa calon keluarga haruslah diperlakukan sebagai calon keluarga, bukan yang lainnya. J

Semoga apa yang saya tulis bisa memberikan manfaat bagi yang membacanya dan bisa diambil hikmahnya (kalo ada ya, kalo nggak ada ya nggak usah, hehe).

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Catatan : Post ini adalah salah satu tugas liburan PPAB MTI 2012. Saya baru bisa post hari ini, Rabu 15 Agustus 2012 pukul 15.21 sore karena kendala laptop dan internet. Saya meminta maaf yang sebesar – besarnya kepada panitia atas keterlambatan yang amat sangat ini, dan teman saya Very Boy Gultom selaku PJ serta para buddy – buddy saya yang telah mengingatkan saya untuk mengerjakan tugas ini, semoga amalan kalian bernilai pahala di sisi-Nya, aamiin J

Tuesday, 14 August 2012

Buka Puasa Bersama TI - MRI 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh..

selamat siang dunia! :D akhirnya saya punya waktu luang untuk menulis lagi di sini, setelah sekian lama disibukkan dengan berbagai acara. sedikit cerita aja nih, saya sudah memasuki masa libur asrama! jadi yaa udah agak luang gitu, hehe. acara terakhir kemaren itu adalah puncak Gebyar Ramadhan, dimana PPSDMS NF Regional 2 Bandung bekerjasama dengan Raos (Ramadhan Ngaos, acaranya anak-anak FE Unpad) membuat sebuah acara bagi anak-anak TPA di 10 masjid di daerah coblong dan warga sekitar asrama kami. yaa acaranya sih sederhana ya, ada lomba bagi anak-anak, trus performance dari setiap masjid, panitia juga perform loh! abis itu ada pawai ramadhan, dan ya, yang terakhir buka puasa bareng. pokoknya asik deh! :D

nah tadi saya cuma mau intermezzo aja, hehe, sebenernya sih saya lagi pengen nulis tentang acara buka puasa TI - MRI 2011 kemaren yang dilangsungkan disela-sela kegiatan PPAB 2012! kurang asik apa coba, lagi sibuk-sibuknya osjur masih sempet seneng-seneng, (sebenernya sih 'agak' disuruh juga sama senior, haha).

jadi ceritanya gini, hari senin minggu lalu, tanggal 6 Agustus 2012, kita semua (TI-MRI2011) ngadain kumpul angkatan, karena hari itu tidak ada interaksi PPAB. nah kumpul angkatannya tuh di TVST (seperti biasa), kita janjian kumpul jam 9, tapi ada aja yang dateng jam 10, jam 11, jam 12, jam 1, jam 2, jam 3, bahkan jam 4 juga ada! hahaha. nah, ngapain kita kumpul? biasalah, ngerjain tugas, hehe. tugasnya lumayan banyak, sisa-sisa dari interaksi sebelumnya, yang paling ditekankan sih tugas buku angkatan, karena tugas-tugas lain sudah dalam taap akhir penyelesaian. jadi hari itu kita banyak foto-foto, buat menuhin tugas angkatan. nah, disela-sela itu, saya sempat izin karena ada urusan lain, mengurus surat izin untuk seminar yang diadakan oleh Bank Mandiri pada hari Jumatnya, jadi setelah shalat dzuhur saya cabut dan menemui teman saaya untuk mengurus surat tersebut. selesai mengurus surat tersebut, saya langsung kembali mengerjakan tugas buku angkatan, karena kami mengurus surat tersebut di TVST juga, jadi nggk perlu mondar-mandir, haha.

pukul 4 sore, kami semua dimobilisasi menuju rumah salah seorang diantara kami untuk berbuka bersama, karena rumahnya yang cukup jauh dan jumlah kami yang cukup banyak, maka kami dimobilisasi secara sporadis, karena kemacetan jalan, bahkan sampai ada teman kami yang harus berbuka puasa dijalan untuk sekedar makan tajil membatalkan puasanya.

ketika adzan maghrib berkumandang, kami yang sudah sampai langsung menyantap tajil kami, lalu shalat, setelah itu, menunggu teman-teman kami yang belum datang. ketika semua sudah berkumpul, acara pun dilanjutkan dengan makan besar bersama-sama. setelah makan, beberapa teman kami yang belum sempat shalat dipersilakan untuk shalat. setelah semua shalat dan makan, acara dilanjutkan dengan menyanyi bersama dalam rangka mengakrabkan diri antar sesama kami. segala lagu kami nyanyikan dengan suka cita. setelah itu, agenda utama kami pun dimulai, yaitu sesi curhat diantara kami, jadi bagi setiap kami yang ingin memperkenalkan dirinya dan menceritakan kisahnya dipersilakan. beberapa diantara kami ada yang menceritakan tentang perasaannya kepada teman sesama kami juga. 

ketika jam menunjukkan pukul 10, kami semua dimobilisasi pulang, namun saya dan beberapa teman yang tergabung dalam tim visi dan misi belum bisa pulang karena harus menuangkan visi misi hasil musyawarah seangkatan ke dalam kertas A2, kami bekerja sampai jam 3 pagi di McD simpang, karena pukul 11 kami sudah harus meniggalkan rumah teman tempat kami berbuka.  malam itu sungguh menyenangkan dan mengharukan, melelahkan tapi juga menenangkan :)

Sunday, 5 August 2012

PPAB : the 4th Day

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Selamat Pagi Dunia! :D Senang sekali akhirnya saya bisa kembali menulis di sini, setelah sebelumnya bahkan untuk menyentuh laptop pun saya tidak punya waktu =.=

"Ciye sibuk nih ye! sibuk apasih ya?"

Hmm.. Kasih tau nggak ya? Hahaha sebenernya sih kegiatan utama saya sekarang ini adalah PPAB MTI 2012, kalo ada yg belum tau apa itu PPAB, bisa liat beberapa post saya sebelum ini. nah, sebenernya kegiatan PPAB itu nggak terlalu menyibukkan sampai - sampai saya nggak bisa megang laptop, tapi yang bikin bener - bener padet adalah ada kegiatan asrama yang bentrok dengan kegiatan PPAB ini, jadi saya harus bisa mengatur waktu sebaik - baiknya agar bisa mengikuti keduanya, terutama tugas - tugasnya yang sama - sama "gila". Mungkin di lain kesempatan, saya akan menceritakan apa yang terjadi pada hari kedua dan hari ketiga interaksi PPAB yang tidak saya ikuti karena ada kegiatan asrama.

Nah, lalu di sini, saya akan menceritakan apa yang saya dapatkan di hari kemarin, sabtu, 4 agustus 2012, saat saya mengikuti interaksi PPAB hari ke-4, yang seru banget! soalnya ada pengenalan tentang badan pengurus MTI, dan dikemasnya unik banget, make semacem amazing race gitu loh, pada tau kan kyk gmna?

Jadi gini ceritanya..

hari sabtu, 4 agustus itu, saya melakukan kegiatan PPAB seperti biasa, kumpul angkatan jam 6 pagi sebelum interaksi dimulai. tujuannya banyak, untuk menyelesaikan semua tugas yang belum selesai, walaupun pada akhirnya memang tidak selesai juga, haha, lalu untuk cek spek dan kelengkapan, dan untuk mengabsen siapa saja dari anggota kami yang tidak hadir hari itu dan dikonfirmasi ketidakhadirannya. saya sendiri saat itu disibukkan dengan menempel foto keluarga TI MRI 2011 di buku angkatan. nah, pas lagi ngerjain tugas buku angkatan, tiba - tiba teman saya ada yang panik nanyain review tentang MTI yang dari buku penunjang, nahlo, apa lagi tuh? secara, saya tidak hadir pada interaksi sebelumnya, dan mungkin saya juga tidak menyakan tentang tugas apa saja yang diberikan, jadi saya ikutan panik dan akhirnya mengerjakan tugas review tersbut beberapa menit sebelum waktu kumpul. karena waktu yang memang terbatas dan saya belum membaca apa - apa dari buku penunjang, maka saya hanya merangkum materi tentang sejarah beridirinya Keluarga Mahasiswa Teknik Industri, itupun tidak selesai saya kerjakan karena sudah keburu disuruh ngumpul. oke, "yang penting udah ngerjain lah ya", begitu pikir saya.
mobilisasi dimulai, kami semua bergerak dari PLN menuju GSG pukul 06.25, seperti biasa, kakak - kakak MTI telah menunggu kami di sana, dan membantu menghitung berapa waktu yang kami butuhkan untuk membentuk barisan yang rapi. setelah rapi dan lurus, dimulailah agenda rutin kami, cek spek dan cek tugas. karena memang banyak yang tidak membawa spek dan mengerjakan tugas, kagiatan kami pagi itu cukup menegangkan dan pegal, hehe.
setelah baris berbarisnya selesai, kami semua dimobilisasi ke gedut PTI untuk menerima materi dari mantan Kahim MTI, Kahim MTI beserta jajaranynya. materi yang diberikan adalah tentang MTI dan urgensi berkegiatan. saya sangat tertarik atas penjelasan dari mantan kahim MTI tahun lalu, tetapi kurang menikmati materi yag diberikan selanjutnya, entah kenapa, saya tertidur (ngantuk banget euy!). Inti materi dari mantan kahim itu adalah, mengapa kita harus ber-MTI, dan apa saja urgensi - urgensi atau kepentingan - kepentingan dan keuntungan - keuntungan kita bergabung di MTI. beberapa yang saya dapat adalah tentang self development dan others development, dimana itu bisa kita dapatkan dengan berkegiatan di kampus, terutama di MTI. lalu untuk materi yang diberikan oleh BP dan BPA saya tertidur dan kurang menangkapa apa yang mereka sampaikan, tapi ternyata, setelah materi di gedung PTI tersebut, panitia memfasilitasi peserta PPAB untuk mengekspor segala hal tentang, BP, Tim Senator, dan BPA. Amazing race yang dilakukan cukup seru karena terbilang interaktif dan variatif. jadi ketika amazing race dilakukan, ada 7 pos yang masing - masing posnya berisi tentang tim - tim yang ada di MTI, seperti Kahim dan Kesenatoran, Divisi Internal, Eksternal, KPM, Pengmas, dan tim supporting. setelah melakukan amazing race ini, saya menjadi lebih tau tentang gimana kepengurusan MTI itu dan siapa - siapa aja yang ada di dalemnya. dan pada akhir interaksi, ada pengumuman pemenang dari amazing race ini, yang sayangnya bukan kelompok saya yang menang, hehe.

begitulah, saat ini jujur saja saya hanya mengejar setoran tugas dari panitia untuk membuat review hari 4 PPAB, sehingga tulisannya terkesan seadanya, tidak rapi, dll. mungkin nantinya saya bisa menulis dengan lebih sepenuh hati dan teratur flownya sehingga enak dan nyaman dibaca ya, semoga. hehe

terima kasih atas perhatiannya! :D

wassalamualaikum

Yahya Imanuddin, Financial  Engineer.